Pada tahun 2004 terjadi bencana yang memilukan di tanah Aceh. Bencana tsunami ini memakan ribuan korban yang tinggal di pesisir pantai. Di tengah bencana ini, ada kisah yang mengharukan antara seorang ayah dan putrinya. Setelah terpisah oleh tsunami, Mohamad Ali kehilangan kedua anaknya dan istrinya. Mohamad Ali hanya tinggal di tenda pengungsian bersama putranya yang masih kecil.
Namun, dari bencana yang memilukan ini ada secercah berita menggembirakan. Dengan langkah yang ragu ketika pertama kali melihat kembali Mohamad Ali, seorang perempuan berusia 15 tahun berjalan ke arah ayahnya itu. Pada awalnya dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Namun setelah yakin dengan apa yang dilihatnya, perempuan bernama Sri Handayani itu langsung memeluk ayahnya. Sambil menangis bahagia, mereka pun saling berpelukan. Mohamad Ali pikir ia akan kehilangan Sri seperti ia kehilangan istri dan kedua anaknya.
Meskipun kehilangan kerabat, teman, dan tempat tinggal mereka sangat bahagia hanya karena dapat saling bertemu kembali.
Kisah mengharukan ini pun dikutip dalam BBC International pada Agustus 2005 oleh Rachel Harvey. Kasusnya Muhammad Ali dan Sri Handayani adalah hal yang langka. Sebagian besar korban kehilangan keluarganya dan bahkan ada yang tidak terselamatkan satupun. Kisah ini pun mendapat perhatian organisasi besar dunia, yaitu UNICEF. Meskipun organisasi ini merupakan organisasi kemanusiaan yang mempersatukan kembali keluarga, namun ironisnya masih ada lebih dari 2000 anak - anak di luar sana yang tidak memiliki orang tua. Lalu, diharapkan bagi semua yang menyaksikan kisah ini untuk menjadikannya inspirasi dan sumber harapan.
Senin, 22 Juli 2019
Selasa, 16 Juli 2019
Minggu, 19 Mei 2019
Ramadhan dan saya (My story)
Ramadhan dan saya
Pada ramadhan tahun 2019 ini, seperti biasa saya menjalankan ibadah puasa layaknya kebanyakan orang. Ramadhan kali ini merupakan ramadhan kedua kalinya setelah saya menjadi mahasiswa. Ramadhan kali ini kelihatannya akan berjalan dengan lancar hingga siang itu. Siang itu matahari sangat terik di wilayah kampus dan sekitarnya. Ketika itu saya dan teman - teman saya sedang bercanda ria di tempat kami biasanya berkumpul, yaitu wilayah kantin kampus. Asyiknya bercanda ria dan tertawa hingga terbahak-bahak membuat tenggorokan dan mulut terasa sangat kering. Lalu tiba-tiba salah satu teman saya bilang dengan nada agak bercanda "hei, minum yukk! siang-siang gini mantep nih es kelapa jeruk". Pada awalnya saya hanya menganggap itu sebagai guyonan saja. Namun karena memang ada beberapa teman yang pada saat itu kebetulan sedang tidak puasa dan didukung dengan cuaca yang panas, banyak teman saya yang berpuasa ikut tergoda. Saya pun sempat sedikit tergoda, "Gapapa mungkin kali yahh sekali-sekali?" Pikir saya. Namun pada saat saya memutuskan untuk ikut teman saya untuk minum es kelapa, tiba-tiba telepon genggam saya bergetar. Ibu saya menelpon untuk mengajak saya berbuka bersama keluarga saya di luar. Mendengar ajakan ibu, saya langsung mengurungkan niat saya untuk membatalkan puasa saya dengan teman-teman saya. Setelah pamit dengan teman-teman untuk pulang lebih dulu, saya langsung pulang dengan motor saya. "Syukurlah ibu menelpon! kalau tidak, mungkin saya sudah membatalkan kewajiban saya untuk berpuasa" pikir saya sambil bersyukur. Lain kali, saya akan lebih menguatkan iman saya agar tidak terulang lagi kejadian hari itu. Mungkin pada hari itu saya hanya beruntung ada yang membatalkan niat saya untuk membatalkan puasa saya.
Pada ramadhan tahun 2019 ini, seperti biasa saya menjalankan ibadah puasa layaknya kebanyakan orang. Ramadhan kali ini merupakan ramadhan kedua kalinya setelah saya menjadi mahasiswa. Ramadhan kali ini kelihatannya akan berjalan dengan lancar hingga siang itu. Siang itu matahari sangat terik di wilayah kampus dan sekitarnya. Ketika itu saya dan teman - teman saya sedang bercanda ria di tempat kami biasanya berkumpul, yaitu wilayah kantin kampus. Asyiknya bercanda ria dan tertawa hingga terbahak-bahak membuat tenggorokan dan mulut terasa sangat kering. Lalu tiba-tiba salah satu teman saya bilang dengan nada agak bercanda "hei, minum yukk! siang-siang gini mantep nih es kelapa jeruk". Pada awalnya saya hanya menganggap itu sebagai guyonan saja. Namun karena memang ada beberapa teman yang pada saat itu kebetulan sedang tidak puasa dan didukung dengan cuaca yang panas, banyak teman saya yang berpuasa ikut tergoda. Saya pun sempat sedikit tergoda, "Gapapa mungkin kali yahh sekali-sekali?" Pikir saya. Namun pada saat saya memutuskan untuk ikut teman saya untuk minum es kelapa, tiba-tiba telepon genggam saya bergetar. Ibu saya menelpon untuk mengajak saya berbuka bersama keluarga saya di luar. Mendengar ajakan ibu, saya langsung mengurungkan niat saya untuk membatalkan puasa saya dengan teman-teman saya. Setelah pamit dengan teman-teman untuk pulang lebih dulu, saya langsung pulang dengan motor saya. "Syukurlah ibu menelpon! kalau tidak, mungkin saya sudah membatalkan kewajiban saya untuk berpuasa" pikir saya sambil bersyukur. Lain kali, saya akan lebih menguatkan iman saya agar tidak terulang lagi kejadian hari itu. Mungkin pada hari itu saya hanya beruntung ada yang membatalkan niat saya untuk membatalkan puasa saya.
Minggu, 12 Mei 2019
Lagi - lagi Penangkapan Teroris di Bekasi Utara, Kali ini di Toko Ponsel
![]() |
| Suasana depan toko "Wanky Cell" setelah penggerebekan |
Pada hari Rabu, 8 mei 2019 terjadi penangkapan terduga teroris di Kecamatan Bekasi Utara oleh Tim Densus 88. Setelah melakukan penggerebekan pada sebuah toko ponsel yang awalnya diduga menjadi lokasi tempat penyimpanan dan pembuatan bom, tim Densus 88 menemukan 2 bom pipa dan sejumlah kardus berisi bahan peledak untuk pembuatan bom.
![]() |
| Polisi mengamankan barang bukti diduga bom |
RAFLI alias Eky Yudistira Wijayanto (EYW), pemilik toko aksesoris ponsel bernama "Wanky cell" yang diamankan polisi, merupakan penyandang dana bagi kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung.
Arif (19), salah satu karyawan Wanky Cell di Jl. Muchtar Tabrani, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi mengungkapkan, Ekky mempunyai empat cabang toko yang semuanya ada di Bekasi. Keempatnya ada di wilayah PUP (Pondok Ungu Permai), Candrabaga, THB (Taman Harapan Baru), dan Jalan Muchtar Tabrani tempat ia bekerja.
Sedangkan untuk toko ponsel di Jalan KH Muchtar Tabrani dimana bom ditemukan, sudah beroperasi selama kurang lebih dua tahun.
Selasa, 07 Mei 2019
Selfie di Rel, Remaja di Kebumen Tewas Tertabrak Kereta Api
Seorang remaja di Kebumen, Jawa Tengah tewas setelah tertabrak kereta api. Korban tertabrak saat melakukan selfie di rel sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa.
Korban adalah Yulianti (15) warga Desa Kajoran, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Gadis itu tertabrak kereta api di perlintasan KA di Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar. Pada saat kejadian, korban sedang bermain bersama rekannya di sekitar rel kereta sambil menunggu waktu berbuka puasa, Selasa (7/5/2019) sore.
Peristiwa bermula ketika korban bersama teman - teman sekolahnya, yaitu Alya Novi (15), Sofia Rahmani (14) dan Yatin Harsu Winarti (14) sedang berjalan-jalan di pinggir perlintasan KA Area 439+3/4 Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar untuk menunggu waktu berbuka puasa. Lalu korban meminta tolong kepada salah satu temannya untuk memfoto dirinya di rel. Namun, saat korban sedang berpose tiba-tiba lewat KA Wijayakusuma jurusan Cilacap-Banyuwangi yang melaju dari arah barat ke timur dan langsung menyambar korban.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian. Setelah melakukan olah TKP, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Dua Teroris Bekasi yang Buron Meledakkan Diri
Bekasi - Dua terduga teroris yang buron meledakkan dirinya di daerah Jatikramat, Bekasi, saat hendak ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus alias Densus 88 Antiteror.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo membenarkan hal tersebut. “Ya betul,” ujar Dedi saat Tempo konfirmasi lewat pesan pendek, Minggu, 5 Mei 2019.
Saat dihubungi terpisah, Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi, Komisaris Besar Indarto mengatakan penangkapan kedua terduga teroris buron itu merupakan pengembangan dari tertangkapnya seorang anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulat berinisial SL (34) tahun di Babelan, Bekasi.
Sekitar pukul 04.34 WIB dalam sebuah ruko di Jalan Pondok Ungu Permai Sektor V, Kecamatan Babelan, Bekasi. SL masuk dalam daftar pencarian orang JAD Lampung. Dia diketahui kerap berpindah-pindah selama menjadi buron.
Dalam penangkapan SL, polisi menembak mati seorang terduga teroris. Selain itu, polisi juga menangkap seorang berinisial AN (20) dan MC (28) pada hari yang sama, namun tempat yang berbeda.
Tim Densus 88 menangkap terduga teroris AN di daerah Keramat Kedongdong, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 08.49 WIB, sementara MC ditangkap di Kelurahan Waringin, Tegal Timur, pukul 14.30 WIB. Keduanya diduga menyembunyikan anggota keompok JAD Lampung yang masih buron alias masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Langganan:
Komentar (Atom)





