Pada tahun 2004 terjadi bencana yang memilukan di tanah Aceh. Bencana tsunami ini memakan ribuan korban yang tinggal di pesisir pantai. Di tengah bencana ini, ada kisah yang mengharukan antara seorang ayah dan putrinya. Setelah terpisah oleh tsunami, Mohamad Ali kehilangan kedua anaknya dan istrinya. Mohamad Ali hanya tinggal di tenda pengungsian bersama putranya yang masih kecil.
Namun, dari bencana yang memilukan ini ada secercah berita menggembirakan. Dengan langkah yang ragu ketika pertama kali melihat kembali Mohamad Ali, seorang perempuan berusia 15 tahun berjalan ke arah ayahnya itu. Pada awalnya dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Namun setelah yakin dengan apa yang dilihatnya, perempuan bernama Sri Handayani itu langsung memeluk ayahnya. Sambil menangis bahagia, mereka pun saling berpelukan. Mohamad Ali pikir ia akan kehilangan Sri seperti ia kehilangan istri dan kedua anaknya.
Meskipun kehilangan kerabat, teman, dan tempat tinggal mereka sangat bahagia hanya karena dapat saling bertemu kembali.
Kisah mengharukan ini pun dikutip dalam BBC International pada Agustus 2005 oleh Rachel Harvey. Kasusnya Muhammad Ali dan Sri Handayani adalah hal yang langka. Sebagian besar korban kehilangan keluarganya dan bahkan ada yang tidak terselamatkan satupun. Kisah ini pun mendapat perhatian organisasi besar dunia, yaitu UNICEF. Meskipun organisasi ini merupakan organisasi kemanusiaan yang mempersatukan kembali keluarga, namun ironisnya masih ada lebih dari 2000 anak - anak di luar sana yang tidak memiliki orang tua. Lalu, diharapkan bagi semua yang menyaksikan kisah ini untuk menjadikannya inspirasi dan sumber harapan.

